Galeri

Sejarah Bergabungnya Dompu Dengan NKRI

waah..dapat pengetahuan baru tentang Sejarah Dompu. terimakasih untuk tulisan informatifnya

Kambali Dompu Mantoi

Blog banner mumaseo

Kambali Dompu Mantoi – Tahun 1905 adalah kontrak terakhir antara pemerintah kolonial Belanda dengan Kesultanan Dompu. Kesultanan Dompu diikat dengan kontrak panjang. Meski pada awalnya Sultan Muhammad Sirajuddin sempat tidak mau menandatangani perjanjian sebanyak 32 pasal itu. Ketika ditetapkan oleh pemerintah Kolonial Belanda bahwa pajak dari wilayah Kesultanan Dompu untuk Belanda harus disetor ke Bima, Sultan Muhammad Sirajuddin kembali menolak. Karena ini akan semakin mengerdilkan Kesultanan Dompu seolah hanyalah sebuah Negara kecil yang harus digabung dengan Bima. Sikap dingin dan membangkang Sultan terus berlanjut.

Singkat cerita, ketika usia sultan telah tua yakni sekitar 90 tahun, ia harus menentukan siapa di antara kedua anaknya yang akan menggantikannya. Menurut aturan yang berlaku, maka yang berhak menggantikan beliau adalah anaknya yang paling tua yakni Ama ka’u (Pangeran) Abdul Wahab bin Sirajuddin. Akhirnya, diangkatlah Abdul Wahab Sirajuddin sebagai Ruma to’I (Raja Muda) oleh Majelis Adat Kesultanan Dompu. Sultan kemudian menulis surat kepada Gubernur Celebes…

Lihat pos aslinya 1.001 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s